![]() |
Kapolres Kolaka, AKBP
Hartoyo (Istimewa) |
Kapolres Kabupaten Kolaka, AKBP Hartoyo, mengatakan, pada hari pemungutan suara jumlah personil yang akan diturunkan yakni sebanyak 900 personil yang juga merupakan bantuan dari Polda, TNI dan beberapa polres terdekat lainnya.
"Jumlah personil kami untuk Kolaka yakni sebanyak 500 personil, sehingga kami minta BKO dari Polda Sultra, TNI, Polres Kolaka Utara, Bombana dan Konawe," terang Hartoyo di Kendari, Selasa (10/9/2013). Setiap tahapan pada pelaksanaan pilkada, katanya, jumlah personil yang diturunkan tidak sama, tergantung kebutuhan dan prediksi tingkat kerawanan yang akan terjadi.
"Untuk keseluruhan tahapan memang berbeda dari tahapan awal hingga perhitungan suara, namun dapat kami pastikan, jumlah personil terbanyak yang kami turunkan pada saat pemungutan suara," jelasnya. sebagai pihak kepolisian yang mempunyai tugas dan tanggung jawab untuk tetap menjaga kondisi keamanan, maka personil yang diturunkan harus benar-benar siap.
"Seluruh personil sudah kami kerahkan dengan tugas dan tanggung jawab masing-masing, sehingga pelaksanaan pilkada mendatang bisa berjalan lancar dan tidak terjadi hal-hal yang tidak diinginkan," harapnya.
Kapolres Kabupaten Kolaka, AKBP Hartoyo, mengatakan, jelang pemungutan suara pada Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) Kolaka pada Oktober 2013 mendatang, pihaknya akan memperketat pengamanan, utamanya di TPS yang dinilai rawan.
"Untuk pengamanan kami tempatkan setiap TPS satu personil, hanya saja untuk TPS yang kami nilai rawan, maka kami akan tempatkan dua orang personil untuk melakukan pengamanan," kata
Menurutnya ada beberapa desa yang ada di kecamatan kolaka yang dinilai rawan karena tidak terjangkau oleh signal, sehingga dibutuhkan pengamanan yang lebih ketat dibandingkan dengan TPS yang lain.
"Sesuai dengan standar prosedur sudah seperti itu, jika rawan maka personil yang akan kami turunkan untuk satu TPS ada dua anggota, karena daerah tersebut tidak terjangkau signal, sehingga tingkat kerawanannya jauh lebih besar," ujarnya. Desa Samaturu, merupakan salah satu wilayah yang dinilai sebagai daerah rawan, sehingga harus dijaga oleh dua personil.
"Samaturu itu hanya salah satu wilayah, masih ada beberapa wilayah lainnya yang juga harus dijaga dua personil sehingga pelaksanaan pemungutan suara bisa berjalan dengan lancar," tutupnya. (Red)